Konfgurasi Hotspot
Pengertian Konfigurasi Hotspot
Konfigurasi hotspot adalah proses pengaturan layanan jaringan pada router (seperti MikroTik) yang memungkinkan pengguna terhubung ke internet melalui jaringan lokal dengan sistem autentikasi tertentu, seperti login menggunakan username dan password. Hotspot biasanya digunakan untuk mengontrol akses pengguna agar jaringan lebih aman dan terkelola.
Tujuan Konfigurasi Hotspot
Tujuan utama dari konfigurasi hotspot antara lain:
-
Mengamankan jaringan dari akses pengguna yang tidak berizin.
-
Mengatur dan membatasi pengguna yang dapat mengakses jaringan.
-
Memudahkan proses login pengguna sebelum terhubung ke internet.
-
Mengelola penggunaan bandwidth agar lebih stabil dan merata.
-
Meningkatkan pengawasan dan kontrol administrator jaringan.
Fungsi Konfigurasi Hotspot
Konfigurasi hotspot memiliki beberapa fungsi penting, yaitu:
-
Menyediakan halaman login (login page) bagi pengguna jaringan.
-
Mengatur hak akses pengguna berdasarkan akun yang dibuat.
-
Memonitor aktivitas pengguna hotspot.
-
Membantu pengelolaan jaringan publik seperti sekolah, kantor, dan tempat umum.
Manfaat Konfigurasi Hotspot
Manfaat dari konfigurasi hotspot antara lain:
-
Jaringan menjadi lebih aman dan tertata.
-
Administrator lebih mudah mengelola pengguna jaringan.
-
Menghindari penyalahgunaan akses internet.
-
Memberikan pengalaman akses internet yang lebih terkontrol.
Contoh Penerapan Konfigurasi Hotspot
Konfigurasi hotspot sering diterapkan pada:
-
Sekolah dan kampus
-
Kantor
-
Kafe dan restoran
-
Perpustakaan
-
Area publik (hotspot WiFi)
Langkah-langkah Konfiigurasi Hotspot
3. Berikut merupakan tampilan antarmuka yang muncul setelah berhasil masuk ke menu Hotspot pada MikroTik
5. Pada tahap ini terdapat kolom Local Address of Network. Biarkan pengaturan sesuai default, kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya.
6. Pada bagian Address Pool of Network, biarkan pengaturan tetap seperti semula, kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan proses konfigurasi hotspot ke tahap selanjutnya
9. Pada tahap ini tersedia kolom DNS Server. Karena pengaturan DNS sudah sesuai dan tidak perlu diubah, biarkan pengaturannya tetap default, kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan ke proses konfigurasi selanjutnya
10. Pada kolom DNS Name, isikan nama domain sesuai dengan keinginan. Pada konfigurasi ini, penulis menggunakan hana.net yang disesuaikan dengan nama sendiri. Setelah itu, klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya.
11. Pada kolom Name of Local Hotspot User, masukkan nama pengguna admin. Selanjutnya, pada kolom Password of the User, isikan kata sandi admin. Setelah semua data terisi dengan benar, klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya.
12. Berikut ini merupakan tampilan antarmuka yang muncul setelah proses Hotspot Setup berhasil diselesaikan dengan baik
15. Masuk ke menu User pada Hotspot, kemudian klik ikon tanda tambah (+) untuk menambahkan pengguna baru. Pada kolom Name, isikan kelompok3, dan pada kolom Password juga diisi kelompok3. Selanjutnya, pada bagian Profile, pilih User Profile yang telah dibuat sebelumnya. Setelah semua pengaturan selesai, klik tombol OK untuk menyimpan konfigurasi pengguna tersebut.
16. Setelah seluruh konfigurasi selesai, sambungkan laptop ke jaringan internet melalui access point yang telah dikonfigurasikan untuk memastikan koneksi dapat digunakan dengan baik.
18. Setelah berhasil masuk ke jaringan hotspot, lakukan pengujian kecepatan internet menggunakan layanan Speedtest untuk memastikan kecepatan akses sesuai dengan pengaturan yang telah dikonfigurasikan.


































