Sabtu, 23 Mei 2026

╭─────༺πŸ“‘༻─────╮ KONFIGURASI PPPoE MIKROTIK ╰─────༺πŸ“‘༻─────╯

Pengertian Konfigurasi PPPoE MikroTik

PPPoE (Point to Point Protocol over Ethernet) merupakan sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk menghubungkan perangkat client ke jaringan internet melalui media Ethernet dengan menggunakan sistem autentikasi berupa username dan password. Pada perangkat MikroTik, konfigurasi PPPoE sering digunakan untuk membangun sistem jaringan yang lebih aman, teratur, dan mudah dikontrol oleh administrator jaringan.

Dengan adanya PPPoE, setiap pengguna yang ingin mengakses internet harus melakukan login terlebih dahulu menggunakan akun yang telah dibuat. Hal ini membuat administrator dapat mengatur hak akses, memonitor pengguna yang sedang aktif, serta mengontrol penggunaan bandwidth pada setiap client. PPPoE banyak digunakan pada jaringan hotspot, warnet, sekolah, kantor, hingga penyedia layanan internet (ISP) karena pengelolaannya lebih mudah dan efisien.

Selain itu, konfigurasi PPPoE pada MikroTik juga membantu dalam pembagian IP Address secara otomatis kepada pengguna yang berhasil login. Sistem ini memungkinkan jaringan menjadi lebih stabil, aman, dan tertata dengan baik karena setiap pengguna memiliki identitas koneksi masing-masing.

Tujuan Konfigurasi PPPoE MikroTik

  1. Meningkatkan keamanan jaringan
    Konfigurasi PPPoE bertujuan untuk meningkatkan keamanan jaringan karena setiap pengguna harus login menggunakan username dan password sebelum dapat mengakses internet. Dengan begitu, hanya pengguna yang memiliki akun yang dapat menggunakan jaringan tersebut.

  2. Mempermudah pengelolaan pengguna jaringan
    Administrator dapat dengan mudah menambah, menghapus, atau mengatur akun pengguna sesuai kebutuhan. Semua data pengguna dapat dikelola melalui menu PPP pada MikroTik sehingga pengaturan jaringan menjadi lebih praktis.

  3. Mengatur bandwidth pengguna
    PPPoE memungkinkan administrator memberikan batas kecepatan internet yang berbeda pada setiap pengguna. Hal ini berguna agar penggunaan bandwidth lebih merata dan tidak ada pengguna yang memakai jaringan secara berlebihan.

  4. Memantau pengguna yang sedang aktif
    Dengan konfigurasi PPPoE, administrator dapat mengetahui siapa saja yang sedang terhubung ke jaringan, berapa lama pengguna aktif, serta memonitor aktivitas koneksi pengguna tersebut.

  5. Membuat jaringan lebih teratur dan efisien
    Penggunaan PPPoE membantu pengelolaan IP Address dan koneksi client menjadi lebih rapi. Setiap pengguna mendapatkan pengaturan jaringan secara otomatis setelah berhasil login sehingga mempermudah proses koneksi.

  6. Mendukung sistem jaringan skala kecil maupun besar
    PPPoE dapat digunakan pada berbagai jenis jaringan, mulai dari jaringan rumah, sekolah, kantor, hingga jaringan ISP yang memiliki banyak pengguna. Oleh karena itu, PPPoE menjadi salah satu metode koneksi yang banyak digunakan dalam pengelolaan jaringan modern.

 ───〔 ⚙️ PERSIAPAN AWAL ⚙️ 〕───

1.Sebelum melanjutkan ke tahap konfigurasi PPPoE, pastikan terlebih dahulu bahwa Bridge sudah berhasil dibuat dan seluruh konfigurasi dasar pada MikroTik telah diselesaikan dengan benar agar proses konfigurasi berikutnya dapat berjalan dengan lancar.


  1. Setelah proses konfigurasi DHCP Server berhasil diselesaikan, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi PPPoE pada MikroTik. Masuk ke menu PPP yang berada di bagian kiri tampilan Winbox, kemudian pilih tab PPPoE Servers. Setelah itu, klik tanda + untuk menambahkan atau membuat PPPoE Server baru.


  2. Pada kolom Service Name, isi nama layanan sesuai keinginan agar lebih mudah dikenali. Sebagai contoh, di sini saya menggunakan nama najwa. Selanjutnya, pada bagian Interface, pilih Bridge yang sebelumnya telah dibuat pada konfigurasi awal, misalnya bridge-najwa. Jika semua sudah sesuai, klik Apply kemudian pilih OK untuk menyimpan konfigurasi tersebut.


  3. Berikut ini merupakan tampilan PPPoE Server setelah berhasil dibuat dan disimpan dengan benar pada menu PPPoE Servers.


  4. Setelah selesai membuat PPPoE Server, langkah selanjutnya yaitu membuat Profiles yang nantinya akan digunakan untuk mengatur paket dan batas bandwidth client. Klik tanda + untuk menambahkan Profile baru.


  5. Pada bagian Name, isi nama profile sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, saya menggunakan nama paket1-10Mb. Kemudian pada bagian Local Address, masukkan IP Gateway yang sebelumnya telah dibuat pada menu IP > Addresses, misalnya 192.168.10.1. Selanjutnya, pada bagian Remote Address, pilih atau masukkan IP Pool yang telah dibuat saat konfigurasi DHCP Server, contohnya dhcp_pool0.


  6. Masih pada halaman Profile yang sama, masuk ke tab Limits untuk mengatur kecepatan bandwidth. Pada bagian Rate Limit (rx/tx), isi sesuai kebutuhan pengguna. Sebagai contoh, saya mengatur bandwidth sebesar 10M/10M. Setelah selesai melakukan pengaturan, klik Apply lalu OK agar konfigurasi tersimpan dengan baik.

  7. Lakukan langkah yang sama untuk membuat beberapa Profile lainnya sesuai dengan jumlah paket internet atau kebutuhan client yang akan digunakan nantinya.

  8. Berikut ini adalah tampilan setelah seluruh Profile berhasil dibuat dan tersimpan pada menu Profiles MikroTik.


  9. Setelah semua Profile selesai dibuat, langkah berikutnya adalah membuat Secrets atau akun user PPPoE. Masuk ke menu Secrets, kemudian klik tanda + untuk menambahkan user baru. Pada bagian Name, masukkan username sesuai kebutuhan, misalnya najwa. Setelah itu, buat Password sesuai keinginan agar akun lebih aman. Pada bagian Service, pilih pppoe, lalu pada bagian Profile, pilih profile yang sebelumnya telah dibuat sesuai kebutuhan client, misalnya paket1-10Mb. Jika sudah selesai, klik Apply kemudian OK.

  10. Ulangi langkah yang sama untuk membuat beberapa user atau Secrets lainnya sesuai jumlah client yang akan menggunakan layanan internet PPPoE tersebut.

  11. Di bawah ini merupakan tampilan setelah seluruh Secret atau User berhasil ditambahkan pada menu PPP MikroTik.

  12. Setelah semua konfigurasi PPPoE pada MikroTik selesai dilakukan, langkah selanjutnya yaitu melakukan pengaturan pada perangkat Access Point agar dapat terhubung dengan jaringan internet yang telah dibuat.

  13. Cari nama SSID Access Point yang akan digunakan, kemudian hubungkan perangkat dengan memasukkan password Wi-Fi yang sesuai. Pastikan perangkat telah berhasil terhubung ke Access Point tersebut sebelum melanjutkan konfigurasi berikutnya.

  14. Setelah perangkat berhasil terhubung ke Access Point, buka aplikasi Browser, kemudian ketikkan IP Default Access Point pada kolom pencarian. Setelah itu akan muncul halaman login seperti pada gambar di bawah. Selanjutnya, buat password baru untuk keamanan perangkat, lalu klik Create untuk melanjutkan proses konfigurasi.

  15. Setelah berhasil masuk ke halaman pengaturan Access Point, pilih menu Quick Setup yang berada di sebelah kiri layar. Kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan ke tahap konfigurasi berikutnya.


  16. Pada bagian Working Mode, pilih opsi Standard Wireless Router agar perangkat dapat bekerja sebagai router Wi-Fi biasa. Setelah itu klik Next untuk melanjutkan proses pengaturan.


  17. Selanjutnya pada halaman Quick Setup - WAN Connection Type, pilih opsi PPPoE/Russian PPPoE sebagai jenis koneksi internet yang akan digunakan. Setelah memilih, klik Next untuk melanjutkan konfigurasi.


  18. Pada halaman Quick Setup - PPPoE, masukkan User Name dan Password yang sebelumnya telah dibuat pada menu Secrets di MikroTik. Pastikan data yang dimasukkan sudah benar agar Access Point dapat terhubung ke server PPPoE. Setelah itu klik Next.

  19. Pada menu Quick Setup - Wireless, masukkan nama SSID Wi-Fi dan password sesuai keinginan agar jaringan mudah dikenali dan tetap aman digunakan. Setelah selesai mengatur, klik Next untuk melanjutkan proses konfigurasi.


  20. Berikut ini merupakan tampilan akhir setelah proses setting Wi-Fi selesai dilakukan dengan benar. Klik tombol Finish untuk mengakhiri seluruh proses konfigurasi Access Point.


  21. Selanjutnya, cari kembali SSID Wi-Fi yang telah dibuat tadi pada daftar jaringan yang tersedia, lalu hubungkan perangkat dengan memasukkan password yang sesuai. Pastikan perangkat berhasil terkoneksi ke jaringan Wi-Fi tersebut.


  22. Untuk memastikan bahwa konfigurasi PPPoE dan jaringan internet telah berjalan dengan baik, lakukan pengujian kecepatan bandwidth menggunakan website Speedtest. Jika hasil speedtest muncul dan koneksi berjalan normal, maka konfigurasi telah berhasil dilakukan dengan baik.


πŸ’‘ Konfigurasi selesai dilakukan.
Kalau masih error, coba cek lagi… jangan-jangan kabelnya belum dicolok.πŸ˜†







••••••••••••••••••• 𝓣𝓱π“ͺ𝓷𝓴 𝓨𝓸𝓾 •••••••••••••••••••

Senin, 04 Mei 2026

━━━━━━ KONFIGURASI BRIDGE (MIKROTIK) ━━━━━━

 1. Langkah pertama dalam konfigurasi bridge adalah masuk ke Winbox. Setelah berhasil masuk, periksa apakah sudah terdapat alamat IP pada perangkat.


2. Langkah kedua, masuk ke menu Bridge, lalu klik tanda (+) untuk menambahkan bridge baru. Pada bridge pertama, beri nama bridge1-najwa, kemudian klik OK. Selanjutnya, tambahkan bridge kedua dengan nama bridge2-nurfadillah, lalu klik OK



3. Setelah itu, masuk ke menu Bridge Port, lalu klik tanda (+). Tambahkan interface ether2 dan ether3 ke bridge1-najwa, kemudian klik OK. Selanjutnya, klik (+) lagi dan tambahkan interface ether4 ke bridge2-nurfadillah, lalu klik OK.





4. Langkah keempat, masuk ke menu IP lalu pilih Address. Klik tanda (+), kemudian masukkan alamat IP untuk bridge1-najwa yaitu 192.168.10.1/24, lalu klik OK. Selanjutnya, klik (+) lagi dan masukkan alamat IP untuk bridge2-nurfadillah yaitu 192.168.20.1/24, kemudian klik OK.



5. Langkah selanjutnya, masuk ke menu DHCP Client, lalu ubah interface menjadi ether1 dan klik OK. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini.


6. Langkah selanjutnya, masuk ke menu DHCP Server, lalu klik DHCP Setup. Pilih interface bridge1-najwa, kemudian klik Next terus hingga proses selesai dan muncul notifikasi successful.



7. Langkah selanjutnya, masih di menu DHCP Server → DHCP Setup. Pilih interface bridge2-nurfadillah, kemudian klik Next hingga proses selesai dan muncul notifikasi successful.


8. angkah selanjutnya, masuk ke menu IP, lalu pilih DNS. Setelah itu, centang opsi Allow Remote Requests, kemudian klik OK. Hasilnya akan terlihat seperti pada gambar di bawah ini.
 

9.Langkah selanjutnya, masuk ke menu IP, lalu pilih Firewall. Pada tab General, ubah bagian Out Interface menjadi ether1. Setelah itu, pindah ke tab Action yang berada di sebelah kanan, lalu pilih masquerade, kemudian klik OK. seperti gambar dibawah di bawah.



10.Sebelum melakukan ping, pastikan alamat IP pada ethernet sudah sesuai dengan IP yang telah dibuat, seperti pada gambar di bawah ini.



11.Langkah selanjutnya adalah melakukan ping untuk memastikan koneksi jaringan sudah berjalan dengan baik. Hasilnya seperti pada gambar di bawah ini, yang menunjukkan bahwa konfigurasi sudah berhasil.








Senin, 09 Maret 2026

✦ Konfigurasi Mikhmon ✦

 ✧・゚: Konfigurasi Mikhmon :・゚✧

 1. Masuk terlebih dahulu ke aplikasi Google Chrome yang sudah terhubung dengan jaringan internet. Setelah halaman Chrome terbuka, arahkan ke kolom pencarian yang berada di bagian atas. Pada kolom tersebut, ketikkan kata kunci “Download Mikhmon” kemudian tekan tombol Enter pada keyboard. Selanjutnya akan muncul beberapa hasil pencarian. Pilih dan klik tautan atau link yang berada pada urutan pertama untuk membuka halaman download Mikhmon dan melanjutkan proses pengunduhan.




2. Setelah berhasil masuk ke situs web penyedia download Mikhmon, perhatikan daftar versi Mikhmon yang tersedia pada halaman tersebut. Kemudian pilih versi Mikhmon v3 yang terdapat pada daftar download. Setelah itu, klik pada tautan download Mikhmon v3 untuk memulai proses pengunduhan file ke perangkat yang digunakan. Pastikan file berhasil terunduh dengan baik sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.


3.Setelah mengklik Mikhmon v3, halaman akan menampilkan informasi dan beberapa pilihan file yang dapat diunduh. Selanjutnya scroll atau gulir halaman ke bagian bawah hingga menemukan bagian download Mikhmon v3. Pada bagian tersebut terdapat beberapa pilihan versi. Kemudian pilih dan klik opsi “Mikhmon v3 + Web Server” untuk mengunduh paket Mikhmon yang sudah dilengkapi dengan web server sehingga lebih mudah digunakan tanpa perlu instalasi tambahan.




4. Setelah proses download atau instalasi selesai, langkah selanjutnya adalah membuka File Manager pada perangkat. Kemudian masuk ke folder Download untuk menemukan file Mikhmon yang telah diunduh sebelumnya.

Setelah file tersebut ditemukan, lakukan extract atau ekstrak file karena biasanya file masih dalam bentuk .zip atau .rar. Klik file tersebut lalu pilih opsi Extract atau Ekstrak, kemudian tentukan folder tujuan tempat file akan diekstrak. Setelah memilih folder yang diinginkan, lanjutkan proses ekstrak hingga file Mikhmon berhasil terbuka dan siap digunakan.





5. Selanjutnya, buka New Volume (D:) sebagai lokasi tempat menyimpan hasil extract file sebelumnya. Setelah itu, cari folder hasil ekstrak Mikhmon yang telah dipindahkan atau disimpan di dalam drive tersebut.

Kemudian klik dua kali (double click) pada folder tersebut untuk membuka dan masuk ke dalam file Mikhmon, sehingga kita dapat melihat isi file dan melanjutkan ke langkah penggunaan berikutnya.



6. etelah masuk ke dalam folder Mikhmon, perhatikan file yang tersedia di dalamnya. Kemudian pilih file bernama “Mikhmon Server” yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Mikhmon.

Selanjutnya klik dua kali (double click) pada file Mikhmon Server tersebut untuk membuka dan menjalankan aplikasi. Setelah aplikasi terbuka, kita dapat melakukan pengaturan atau konfigurasi hotspot MikroTik melalui Mikhmon dengan lebih mudah.



 Sebelum menghubungkan mikhmon dengan mikrotik kita, kita lakukan basic config dan hotspot pada mikrotik, dan juga kalian download mikhmon pada chrome terlebih dahulu juga, jika sudah, buka mikhmon kalian dan lakukan konfigurasi yang sama seperti yang saya lakukan sebagai berikut:



7. Setelah proses download Mikhmon selesai, kalian dapat membuka aplikasi Mikhmon yang telah diinstal atau diekstrak sebelumnya. Ketika aplikasi dijalankan, maka tampilan awal akan muncul seperti pada gambar.

Untuk dapat masuk ke dalam sistem, lakukan proses login dengan memasukkan username dan password yang tersedia. Gunakan username: mikhmon dan password: 1234, karena itu merupakan akun login bawaan (default) yang disediakan oleh Mikhmon. Setelah data login dimasukkan, klik Login untuk masuk ke halaman utama Mikhmon dan melanjutkan proses konfigurasi hotspot MikroTik.



8. Setelah berhasil melakukan login, kalian akan masuk ke tampilan utama Mikhmon seperti pada gambar. Demi meningkatkan keamanan akun, pada bagian Admin kalian dapat mengubah username dan password bawaan Mikhmon dengan yang baru agar lebih aman digunakan.

Selanjutnya, untuk menghubungkan router MikroTik ke dalam Mikhmon, silakan klik atau tekan menu “Add Router”. Menu ini digunakan untuk menambahkan data router MikroTik yang akan dikelola melalui aplikasi Mikhmon.



9. Setelah menekan menu Add Router, akan muncul tampilan pengaturan router seperti pada gambar. Pada bagian Session Name, kalian dapat menggantinya dengan nama sesuai keinginan, misalnya nama router atau nama jaringan yang digunakan.

Selanjutnya pada bagian IP MikroTik, masukkan alamat IP dari router MikroTik yang akan dihubungkan. Kemudian isi username dan password sesuai dengan akun login yang terdapat pada MikroTik.

Pada bagian Data Mikhmon, kalian dapat memberikan nama voucher yang akan digunakan. Setelah itu, pada bagian DNS Name, isikan nama DNS hotspot yang telah kalian atur sebelumnya di MikroTik. Terakhir, pada bagian Live Report, ubah pengaturannya menjadi Enabled agar fitur laporan penggunaan dapat aktif.






10.Setelah melakukan connect, maka tampilan Mikhmon akan berubah seperti pada gambar pertama yang menunjukkan bahwa router telah berhasil terhubung.

Selanjutnya, untuk menambahkan voucher MikroTik, terlebih dahulu kita perlu membuat User Profile baru. Caranya adalah dengan masuk ke menu Add Profile. Pada bagian tersebut, isi pengaturan profile sesuai dengan yang terlihat pada gambar.

Setelah semua data telah diisi dengan benar, langkah terakhir adalah menekan tombol Save untuk menyimpan User Profile yang telah dibuat.


11. Setelah menekan menu Add Router, akan muncul tampilan pengaturan router seperti pada gambar. Pada bagian Session Name, kalian dapat menggantinya dengan nama sesuai keinginan, misalnya nama router atau nama jaringan yang digunakan.

Selanjutnya pada bagian IP MikroTik, masukkan alamat IP dari router MikroTik yang akan dihubungkan. Kemudian isi username dan password sesuai dengan akun login yang terdapat pada MikroTik.

Pada bagian Data Mikhmon, kalian dapat memberikan nama voucher yang akan digunakan. Setelah itu, pada bagian DNS Name, isikan nama DNS hotspot yang telah kalian atur sebelumnya di MikroTik. Terakhir, pada bagian Live Report, ubah pengaturannya menjadi Enabled agar fitur laporan penggunaan dapat aktif.



12.Setelah melakukan proses generate voucher, kalian dapat melihat hasilnya pada menu User List. Pada bagian tersebut akan terlihat banyak voucher yang telah berhasil digenerate oleh Mikhmon.

Selain itu, voucher yang telah dibuat juga akan otomatis muncul di MikroTik, sehingga dapat digunakan oleh pengguna untuk login ke jaringan hotspot. Hal ini menandakan bahwa proses pembuatan voucher telah berhasil tersimpan dan terhubung dengan MikroTik.


13.Untuk melakukan pengujian apakah voucher dapat digunakan atau tidak, buka browser kemudian ketikkan nama domain hotspot pada kolom pencarian atau address bar. Setelah halaman login hotspot muncul, masukkan username dan password menggunakan kode voucher yang telah dibuat sebelumnya.

Jika setelah memasukkan data tersebut berhasil masuk ke jaringan internet, maka dapat disimpulkan bahwa konfigurasi hotspot dan pembuatan voucher telah berhasil dilakukan dengan baik.







╭─────༺πŸ“‘༻─────╮ KONFIGURASI PPPoE MIKROTIK ╰─────༺πŸ“‘༻─────╯

Pengertian Konfigurasi PPPoE MikroTik PPPoE (Point to Point Protocol over Ethernet) merupakan sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk ...